Pengertian Metaverse
Saat ini metaverse menjadi masa depan teknologi internet. Metaverse adalah dunia virtual yang memungkinkan orang-orang saling berinteraksi dan juga bertransaksi. Matthew Ball, mendefinisikan Metaverse sebagai jaringan luas dari dunia 3D dan simulasi real-time dan persisten serta mendukung kesinambungan identitas, objek, sejarah, pembayaran, dan hak, yang mana dunia itu dialami secara serempak oleh jumlah pengguna yang tidak terbatas.
Pada dasarnya, Metaverse juga bukan istilah tunggal. Ia tidak lepas dari hal-hal lain yang saling berkaitan, seperti Web 3.0, cryptocurrency, Non-Fungible Token/NFT, hingga blockchain.
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg percaya bahwa Metaverse akan menjadi masa depan internet dan bagaimana orang dapat terhubung satu sama lain. Di Metaverse, seseorang dapat memindahkan avatarnya ke tempat mana pun yang ada di dunia.
Walaupun demikian, miliuner dan pendiri perusahaan antariska SpaceX, Elon Musk berpendapat teknologi metaverse tidak menarik. Ia beranggapan belum menemukan contoh penggunaan yang menarik untuk teknologi tersebut.
Sejarah Metaverse
Tren dan konsep Metaverse sebenarnya sudah lama, namun berkembangnya teknologi membuat Metaverse menjadi populer, dan menarik bagi perusahaan-perusahaan terkemuka.
Mulanya Metaverse muncul dari sebuah novel fiksi ilmiah ‘Snow Crash’ karya Neal Stephenson tahun 1992 dan novel Ready Player One karya Ernest Cline (2011). Dalam novel fiksi ilmiah tersebut Metaverse digambarkan sebagai ruang yang menghubungkan dunia virtual dan Augmented Reality (AR). Sebelumnya, pada 2003 dunia virtual Second Life yang menawarkan adanya konsep virtual community yang dibuat dengan maksud menghubungkan orang tanpa harus bertemu secara langsung. Di Second Life ini nternational Business Machine Corporation (IBM), serta ratusan perusahaan lainnya saling mendirikan kantor virtual di sana. Tak hanya itu, Stanford, MIT, Monash mencoba membuat virtual campus yang dibangun menggunakan Second Life.
Nama The Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA) menjadi metaverse yang paling banyak dikunjungi dan melayani berbagai transaksi. Persaingan ini akan semakin ketat setelah facebook meluncurkan Horizon World.
Terlepas dari pro kontra mengenai perkembangan metaverse, sejumlah perusahaan telah membuka toko mereka di metaverse. Misalnya H&M, Samsung, Lawson, LV, Gucci hingga Balenciaga. Berikut beberapa hal unik di dunia metaverse yang telah terjadi
1. Konser Pertama

Justin Bieber menjadi penyanyi pertama yang konser di Metaverse. Konser yang berlangsung 18 November 2021 tersebut merupakan hasil kerjasama dengan perusahaan hiburan virtual, Wave.
Konsep dari konser ini menggabungkan teknologi gaming, real time motion capture, dan live musical performance. Dalam konser tersebut, JB berubah menjadi avatar digital dan menampilkan pertunjukan langsung secara penuh.
2. Kedutaan Pertama di Metaverse

Negara kepulauan Barbados memperluas jangkauan diplomatiknya hingga ke dunia maya. Pulau kecil di Karibia itu telah menandatangani perjanjian dengan platform berbasis blockchain untuk mendirikan kedutaan digital pertama untuk negara-negara berdaulat.
CoinDesk melaporkan pemerintah Barbados secara resmi menandatangani perjanjian untuk mendirikan kedutaan digital di Decentraland, lingkungan digital berbasis milik pengguna mata uang kripto Ethereum pada November 2021 yang lalu.
Seoul juga sebenarnya ingin menjadi kota Metaverse pertama di dunia dengan berencana membangun platform untuk ‘komunikasi tanpa kontak’ di akhir tahun 2022 mendatang. Proyek Metaverse adalah bagian dari rencana 10 tahun Walikota Oh Se-hoon, di mana Seoul ingin ditempatkan sebagai pusat global untuk teknologi baru. Dalam lima tahun, proyek tersebut menelan biaya hampir US$34 juta. Kita tunggu aja rencana Seoul tersebut.
3. Tanah Termahal di Metaverse

Republic Realm, sebuah perusahaan yang mengembangkan real estate di metaverse, menyatakan bahwa mereka telah membayar $4,3 juta, atau sekitar 61,7 miliar Rupiah untuk tanah virtual di dunia Sandbox, menjadikan nya penjualan real-estate virtual terbesar yang dipublikasikan hingga saat ini.
4. NFT Berhijab Pertama

Syahrini menjadi artis berhijab pertama yang merilis karya seni digital berupa avatar yang bergambar dirinya dalam dunia NFT atau Non Fungitable Token. Seperti diketahui, NFT adalah salah satu aset digital yang menggambarkan objek asli seperti karya seni, musik atau item lainnya yang ada di dalam game dan video.
Syahrini juga menjadi artis Indonesia pertama yang menjadi NFT. Koleksi NFT Syahrini telah dijual di marketplace milik exchanger kripto terbesar di dunia yakni Binance sejak 14 Desembr 2021 lalu. NFT sejumlah 18.000 ini merupakan kerjasama antara Syahrini dengan NFT Kings Pro dan PT Anak Gaul Jaksel.
Karya seni digital Syahrini ini langsung ludes terjual dalam sehari. Satu NFT Syahrini dijual seharga 20 BUSD atau nyaris US$20 (sekitar Rp287 ribu).
5. Restoran Metaverse Pertama di Dunia

Perusahaan konsultan kripto asal Dubai, ColossalBit, telah meluncurkan restoran metaverse untuk memberikan gambaran kepada para pengunjung mengenai dunia virtual. Resto tersebut disebut “MetaTerrace”, restoran pertama di dunia yang mengusung konsep metaverse ini telah hadir sejak 30 Desember 2021.
6. Pernikahan Pertama di Metaverse

Dave dan Traci Gagnon yang bekerja sebagai agen real estate menjadi pasangan pertama yang melangsungkan pernikahan di metaverse. Keduanya menikah pada 6 September 2021 yang lalu.
Pernikahan di dunia maya diselenggarakan oleh sebuah perusahaan bernama Virbela, yang mengkhususkan diri dalam membangun lingkungan virtual di metaverse untuk berbagai tujuan.
Pernikahan juga dilakukan sesuai dengan upacara yang biasanya terjadi di pernikahan dunia nyata. Bahkan ada momen di mana tamu undangan menggunakan karakter avatar untuk menari di metaverse tersebut.
7. Pelecehan Seksual Pertama
Dengan segala hal-hal baik yang terjadi di metaverse, rupanya kejahatan pelecehan seksual masih mungkin terjadi. Hal ini dialami seorang wanita di Amerika Serikat. Wanita tersebut, tengah mengikuti pengujian beta di virtual reality (VR) metaverse di Horizon Worlds milik Meta atau Facebook.
Ia mengaku, pada 26 November 2021 lalu, ketika dalam pengujian tersebut, avatar miliknya dilecehkan secara seksual oleh avatar lain. Kasus ini baru terungkap pada 1 Desember lalu, dan sampai sekarang terus menjadi sorotan.
Saat pelecehan terjadi, ia mengaku avatar miliknya diraba-raba oleh avatar orang lain. Dirinya kecewa, karena saat itu terjadi, tidak ada orang yang menolongnya.













