JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Tamansiswa yang terdiri dari 130 cabang di seluruh Indonesia, juga terdiri dari 4 Perguruan Tinggi yakni UST (Yogyakarta), STIE Tamansiswa (Jakarta), Universitas Tamansiswa (Palembang) dan Universitas Tamansiswa (Padang) harus bertransformasi menjadi kawah candradimuka tidak hanya secara historis tapi harus menjadi trend setter pendidikan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ki Mustadin Taggala selaku Sekertaris Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa saat paparan dalam kegiatan Rapat Pengurus Pusat PKBTS yang berlangsung secara daring pada Minggu, 29/8/2021.
“Jika Perguruan Tamansiswa tidak bisa leading, bagaimana mungkin kita mengajak bangsa Indonesia kembali ke khittah pendidikan berbasis kekeluargaan dan kebersamaan berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa yang diterapkan dalam Tamansiswa sebagai dasar pendidikan nasional Indonesia oleh Ki Hadjar Dewantara,” tegas Mustadin yang juga akademisi dan birokrat ini.
Lebih lanjut Mustadin menyampaikan bahwa Tamansiswa diletakkan dengan sangat strategis oleh Ki Hadjar Dewantara sebagai jangkar pendirian negara, berdiri di tengah Soekarno dan Hatta. Ini mengindikasikan jika Tamansiswa sah sebagai pemilik saham utama bangsa Indonesia, oleh sebab itu Tamansiswa jangan menjauh dari negara. Menurut Mustadin, menjauh merupakan sebuah tindakan naif, begitu juga penyelenggara negara di berbagai level, baik di level nasional maupun level pemerintah daerah, jika Tamansiswa tidak diperhatikan khusus, dianggap sama saja dengan lembaga pendidikan swasta lainnya berarti pemerintah sedang melupakan sejarah.
“Perlu upaya resiprokal antara pihak Tamansiswa sebagai peletak dasar pendidikan nasional dengan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar Tamansiswa tidak ditelan oleh jaman, atau dikubur oleh bangsa yang didirikannya sendiri,” tutup Doktor lulusan UGM tersebut.
Rapat Pengurus yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP PKBTS Ki Munawwaroh dan dihadiri oleh seluruh dewan pembina dan pengawas serta para jajaran pengurus ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.














Salam dan Bahagia
Berbuat secara nyata itulah realisasi yang harus dilakukan, Tamansiswa adalah badan yang sudah matang dan dewasa secara konsep .
Dibutuhkan Generasi yang terdapat di lini cabang dari Taman Indria hingga Pasca Sarjana.
Bidang Kajian Ajaran hidup dan perjuangan Tamansiswa juga siap mendirikan cabang baru.