Breaking

Tips Memilih Tepung Terigu Serbaguna Untuk Pemula

Penggunaan tepung serba guna di Indonesia tergolong cukup tinggi, hal itulah yang menjadi salah satu penyebab maraknya penjualan tepung terigu serbaguna yang ada di pasaran.  Data APTINDO (Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia) tahun 2012 menyebut jika konsumsi terigu nasional sebesar 5,1 juta MT (metrik ton). Jumlah ini naik sebanyak 8,93% dibanding tahun 2011. Kebutuhan terigu di Indonesia setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

Profil Komoditas Tepung Terigu (Kemendag.go.id) mencatat jika kebutuhan terigu dalam negeri berasal dari terigu domestik yang diproduksi oleh Bogasari, Berdikari, Sribonga dan Panganmas. Beberapa produsen dan merek tepung terigu di Indonesia bisa dibaca di laman ceklist.id.

Adapun kebutuhan tepung terigu lainnya, didapatkan dari terigu impor. Data APTINDO (2010) menyebutkan jika Australia dan Kanada menjadi negara terbesar pensuplay kebutuhan terigu di Indonesia.

Masing-masing terigu tersebut selanjutnya dijual dalam beragam merek yang oleh masing-masing produsen dibedakan berdasarkan kualitas dan kandungan proteinnya. Terigu-terigu tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri baik besar maupun kecil terutama untuk produksi mie, roti, snack/biskuit, martabak, gorengan, dll. Konsumsi lainnya juga dilakukan oleh rumah tangga.

Lalu apa perbedaan antara tepung terigu dan tepung terigu serbaguna? Secara umum, tepung terigu seperti diungkapkan di atas dibedakan berdasarkan kandungan protein. Semakin tinggi kandungan protein terigu maka semakin mahal harga. Biasanya protein tinggi digunakan sebagai bahan baku roti karena itu lazim juga disebut bread flour. Adapun tepung terigu serbaguna (all purpose flour) biasanya menggunakan terigu dengan kandungan protein sedang.

Sesuai namanya karena disebut tepung terigu serbaguna, jenis terigu ini bisa digunakan untuk banyak kebutuhan, karena bisa digunakan untuk mengganti terigu protein tinggi maupun terigu protein rendah. Tentu saja teksturnya tidak sama persis, tetapi bisa menjadi alternatif pengganti. Walaupun tentu saja terigu dengan kandungan protein sedang lebih cocok sebagai bahan baku pembuatan cake, mie basah maupun pastry.  Secara umum, kandungan protein terigu serbaguna berkisar antara 10-11 persen. Sedangkan daya serap airnya sedang.  

Lalu bagaimana tips memilih tepung terigu serbaguna yang baik?

1. Warna Tepung Terigu Serbaguna

Untuk memastikan sebuah tepung terigu serbaguna yang baik, perhatikan warna terigu. Terigu serbaguna berwarna putih karena didapatkan dari biji gandum (wheat berry) yang telah melalui proses pembersihan.

2. Aroma Terigu

Terigu serbaguna telah melalui sejumlah proses agar bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Seringkali jika di toko atau di gudang, tepung mengalami kebocoran atau disimpan di tempat lembab akan merusak tepung yang ditandai dengan bau yang kurang sedap.

3.  Tekstur terigu serbaguna

Tepung terigu serbaguna yang baik juga terlihat dari tekstur tepung. Jika terdapat banyak gumpalan pada tekstur tepung, maka hal tersebut sebaiknya tidak digunakan lagi.

4. Aturan Ijin Terigu Serbaguna

Di Indonesia, untuk melindungi konsumen tepung serbaguna, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan SNI Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan secara wajib menyebutkan jika SNI bagi tepung terigu berkode SNI 3751:2018. Hal ini mengalami penyesuaian yang sebelumnya SNI 3751:2009.

Sertifikat lainnya yang biasanya juga ada termasuk GMP sebagai bukti produksi pangan yang baik dan HACCP yaitu sebuah sertifikat untuk menilai keamanan sebuah produk pangan. Selain itu mendapatkan serfikat BPOM juga merupakan hal yang sebaikya dilihat saat membeli tepung terigu serbaguna.

Leave a Comment