Perjuangan perempuan di seluruh dunia–termasuk di Indonesia bisa melahirkan inspirasi bagi perempuan lainnya. Banyak sineas yang kemudian membagikan kisah perjuangan perempuan tersebut ke dalam sebuah film.
Beberapa dari film berlatar belakang kehidupan seorang tokoh perempuan, tetapi tidak sedikit film yang diangkat dari kisah fiksi.
Film dan Perempuan
Perempuan dan film memang tidak bisa dipisahkan. Salah satunya melalui apa yang diistilahkan sebagai Bechdel Test. Istilah ini dipopulerkan oleh komikus, Alisan Bechdel di tahun 1985.
Film yang dianggap lolos Bechdel Test merupakan film yang telah lolos tiga kriteria yaitu film yang setidaknya memiliki dua karakter perempuan.
Tak hanya itu, karakter perempuan tersebut harus memiliki nama, di mana setiap karakter harus saling berinteraksi dan berdialog membahas hal lain di luar laki-laki.
Untuk itulah bagi pegiat film, penting untuk menghadirkan bechdel test untuk memastikan keterlibatan perempuan dalam arti sebenarnya ke dalam film. Untuk Anda yang ingin melihat lebih jauh tentang bechdel test, bisa mengakses website mereka di bechdeltestfest.com atau ke https://bechdeltestfest.com/
Perempuan, Film dan Emansipasi
Lalu film apa saja yang mengangkat kisah perjuangan dan pemberdayaan perempuan tersebut? Berikut 5 film yang berkisah tentang perempuan yang memperjuangkan emansipasi atau kesetaraannya.
1. The Iron Lady (2011)
The Iron Lady merupakan film drama biografi yang mengangkat kisah kehidupan dan karir Margaret Thatcher. Sebagai seorang politisi Inggris, Thatcher menjadi Perdana Menteri Inggris wanita yang pertama dan sekaligus memegang jabatan terlama.
Film ini disutradarai oleh Phyllida Lloyd. Adapun pemeran Thatcher adalah Meryl Streep dan karena film ini, ia berhasil menerima Oscar.
Kisah di film ini mengacu pada buku biografi John Campbell yang menulis The Iron Lady: Margaret Thatcher, from Grocer’s Daughter to Prime Minister.
Film ini memperlihatkan perjuangan Margareth Thatcher yang memperjuangkan kesamaan hak perempuan dalam dunia politik masa itu.
2. Hidden Figures (2016)
Film Hidden Figures juga merupakan film biographical drama. Film ini didasarkan dari buku Hidden Figures yang ditulis oleh Margot Lee Shetterly.
Film ini menceritakan tentang tiga matematikawan wanita Afrika-Amerika yang bekerja di NASA selama masa Space Race. Masa space race sendiri adalah masa ketika Amerika dan Uni Soviet “berlomba” untuk menjelajahi ruang angkasa.
Di tahun 1960-an itu, wanita ini mendapatkan rasisme dan ketidaksetaraan gender di lingkungan mereka bekerja. Di tengah dominasi pria dan juga kulit putih, ketiga wanita ini dengan gigih menunjukkan perjuangan mereka.
Film ini mendapatkan beragam penghargaan, termasuk mendapatkan tiga nominasi di Academy Award ke-89. Salah satunya menjadi nominasi Film Terbaik.
3. Little Women (2019)
Film ini berkisah tentang empat orang perempuan bersaudara yang dibintangi oleh Saoirse Roman, Emma Watson, Florence Pugh dan Laura Dern.
Berlatar belakang kehidupan di tahun 1868-an, film ini diadaptasi dari Novel berjudul sama yang ditulis oleh Louisa May Alcott.
Film ini berkisah tentang perjuangan Meg, Jo, Beth, dan Amy yang sebenarnya kehidupannya serba kekurangan. Tetapi mereka bertekad bulat untuk mencapai mimpi mereka sendiri dan lepas dari campur tangan orang lain.
Tentu saja film ini berkisah tentang stigma yang tumbuh di abad ke-19 tentang perempuan di masa itu.
4. Enola Holmes (2020)
Film bertema perjuangan perempuan rasanya tidak lengkap tanpa menyebut film Elona Holmes. Film ini mengisahkan tentang Enola Holmes yang merupakan saudara perempuan Sherlock Holmes.
Film ini menceritakan saat Enola bertualang ke Inggris untuk menemukan ibunya yang hilang.
Enola Holmes juga diangkat dari sebuah novel berjudul The Enola Holmes Mysteries karya Nancy Springer.
Awalnya film ini akan diangkat ke layar lebar, tetapi akibat pandemi Enola Holmes ditayangkan di Netflix. Menariknya, film ini akhirnya menjadi salah satu rilisan asli Netflix yang paling banyak ditonton.
5. Moxie (2021)
Film ini diadaptasi dari novel yang berjudul Moxie yang terbit pada tahun 2017. Novel ini ditulis oleh Jennifer Mathieu. Kisahnya tentang Vivian, remaja berusia 16 tahun yang menerbitkan zine feminis.
Lewat Zine tersebut ia melibatkan wanita di sekolahnya untuk menghadapi perundungan dan pelecehan. Film ini dirilis sejak Maret 2021 oleh Netflix dan banyak mendapatkan tanggapan positif.
Perjuangan Vivian mendapat dukungan dari ibunyayang ternyata juga telah sejak lama menentang budaya patriarki.














