Breaking

Peran Gedung Pertunjukan Bagi Masyarakat di Perkotaan

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Gedung pertunjukan menjadi salah satu sarana hiburan bagi masyarakat, tidak terkecuali masyarakat di perkotaan. Penyediaan gedung pertunjukan di perkotaaan seperti di Jakarta penting artinya di tengah semakin sempitnya ruang apresiasi seni pertunjukan.

Sejarah hadirnya gedung pertunjukan di Indonesia dimulai sejak zaman Rafles yaitu pada abad XIX. Saat itu ditandai dengan hadirnya gedung kesenian (City Hall). Gedung kesenian ini digunakan oleh pementasan seni pertunjukan Barat seperti opera dan tari balet.

Ragam Fungsi Gedung Pertunjukan

Ida Bagus Putu Heri Suryadi Brata dalam Gedung Pertunjukan Kesenian Tradisional di Senggigi – Lombok Barat menjelaskan beberapa fungsi dari gedung pertunjukan di antaranya:

  • ruang untuk meningkatkan apresiasi seni.
  • ruang pendidikan yang bersifat edukatif.
  • ruang bertemunya hasil karya seniman dan masyarakat sehingga terjadi komunikasi timbal balik.
  • memberi ruang bagi seni pertunjukan yang merupakan hasil budaya dari suatu kebudayaan dan masyarakat.

Dalam konteks ke Indonesiaan, gedung pertunjukan juga penting untuk memupuk rasa kecintaan terhadap Indonesia dan memupuk sikap Kebhinekaan melalui upaya memelihara kebudayaan seni pertunjukan tradisional sebagai sebuah warisan kebudayaan Bangsa.

Bagi seniman, gedung pertunjukan menjadi ruang yang memberi mereka kesempatan untuk membangkitkan kreatifitas. Adapun bagi masyarakat, gedung pertunjukan akan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghayati dan memaknai kebudayaan utamanya seni pertunjukan.

Antara seniman, karya dan masyarakat harus senantiasa dipertemukan. Hal ini karena seni senantiasa tumbuh dan berkembang linear dengan kehidupan masyarakat.

Bagi masyarakat perkotaan, gedung pertunjukan menjadi salah satu aspek dalam pemenuhan kebutuhan hiburan. Bukan hanya pertunjukan musik seperti konser, tetapi juga seni pertunjukan tradisional.

Lewat seni pertunjukan, masyarakat perkotaan yang terbiasa terpapar dengan kebudayaan luar juga perlu diperkenalkan dengan budaya bangsanya.

Menyaksikan berbagai pertunjukan tradisional juga akan meningkatkan berbagai sikap positif masyarakat seperti kemampuan sosial, kreativitas, daya pikir, imajinasi, empati, dan apresiasi. Hal ini dimungkinkan karena karya seni pertunjukan memiliki muatan untuk menyuarakan keresahan.

Galeri Indonesia Kaya Sebagai Ruang Apresiasi Seni Pertunjukan

Salah satu gedung pertunjukan di Jakarta yang dikelola secara modern dan menjadi ruang untuk menyajikan berbagai seni pertunjukan adalah Galeri Indonesia Kaya.

Seperti dijelaskan di atas bahwa salah satu fungsi dari gedung pertunjukan adalah sebagai ruang hiburan dengan muatan pendidikan. Fungsi ini terlihat jelas di Galeri Indonesia Kaya yang memadukan konsep edutainment budaya.

Ide dibalik hadirnya Galeri Indonesia Kaya adalah Bakti Budaya Djarum Foundation. Di ruang pertunjukan ini Galeri Indonesia Kaya menjadi alternatif dalam memberi edukasi akan tradisi budaya Indonesia melalui pendekatan teknologi modern.

Informasi seperti beragam alat musik trasional, permainan tradisional, pakaian adat, hingga informasi wisata daerah dikemas dalam format digital dan interaktif.

Gedung pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya berupa audiotorium berkapasitas 150 orang yang menjadi ruang apresiasi bagi seni pertunjukan seperti seni panggung, seni musik, seni teater, hingga diskusi budaya.

Untuk memberi kesempatan yang luas bagi seniman yang ingin mempertemukan karyanya dengan masyarakat, Galeri Indonesia Kaya tidak memungut biaya penggunaan audiotoriummnya sebagai gedung pertunjukan. Tempat ini menjadi ruang bagi seniman lokal baik yang telah memiliki nama besar maupun yang baru.

Masyarakat bisa berjumpa dan menyaksikan karya-karya terbaik seniman Indonesia setiap akhir pekan.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, lokasinya terletak di Grand Indonesia West Mall Lantai 8.

Leave a Comment