Breaking

Inilah 74 Ikon Pancasila Tahun 2019

KARANG ANYAR, ANALISA INDONESIA – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Konser Kebangsaan “Apresiasi Prestasi Pancasila Tahun 2019,” yang dilaksanakan di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (19/8) malam.

Pentingnya nilai-nilai Pancasila itulah yang akhirnya membuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan apresiasi kepada para tokoh inspiratif yang dianggap mampu menggerakkan masyarakat untuk mengamalkan pancasila.

Oleh karena itu, BPIP kemudian berupaya untuk menitipkan pesan melalui pemberian apresiasi terhadap mereka yang dianggap mampu menjadi ‘influencer’ dalam berbagai bidang itu.

Kisah inspiratif mereka dalam mengamalkan nilai Pancasila sambil terus menorehkan prestasi, tentunya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus bangsa untuk turut mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan mereka.

“Penerima apresiasi Pancasila ini rentang usianya dari mulai 11 tahun sampai 96 tahun, jadi ini mudah-mudahan bisa memberikan teladan bagi masyarakat bahwa tidak ada kendala usia untuk berprestasi,” ungkap Deputi bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina.

Sebelumnya, 74 Ikon Pancasila ini disaring dari sekitar 300 nama. Berikut nama-nama peraih ikon pancasila dan sumbangsinya bagi Indonesia.

Berikut 74 Ikon Pancasila 2019

SAINS DAN INOVASI

  1. Davyn Sudirjo (Jakarta – Pendiri e-tani)
  2. Yuma Soerianto (Jakarta – programer usia 10 tahun yang mengikuti Worldwide Developers Conference Apple)
  3. Ir. Teuku Faisal Fathani (Aceh – Peneliti dan pembuat alat sistem peringatan dini bencana longsor)
  4. Muhammad Toa (Sleman, DIY – Pencipta pesawat nirawak)
  5. Intan Suci Nurhati, Ph. D (Jakarta – Peneliti perubahan iklim)
  6. Hibar Syahrul Ghafur (Bogor – Pembuat Sepatu anti perkosaan beraliran listrik pemenang International Exhibition of Young Inventors 2013)
  7. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D (Bandung – salah satu pemegang paten antena mikrostrip yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit dan berbagai paten lainnya.)
  8. Gusnadi Wiyoga (Sleman, DIY – Ditengah keterbatasan ekonomi berhasil meraih juara Matematika di International Mathematics Competition. Kini mendapat beasiswa kuliah di Jerman.)
  9. Celestine Wenardy (Jakarta – Juara Google Science Fair 2019 di San Fransisco dengan membuat Alat Tes Diabet Tanpa Suntik. )
  10. Dr. Agus Budiyono (Solo- Ahli penerbangan Indonesia)
  11. Anjas Pramono (Kudus, Jateng- Difabel pembuat aplikasi Difodeaf aplikasi yang memudahkan tunarungu)
  12. Aysa Aurelya Maharani dan Anggina Rafitri (Palangkaraya, Kalteng- Siswa SMA peneliti tanaman Bajakah untuk mengobati kanker)
  13. Edi Arham, M.Pd (Sulawesi Utara- Guru SD di daerah terpencil dan Juara Inobel (Inovasi Pembelajaran) sebagai pembuat Media Peraga Simulasi Gerhana).
  14. Falasifah (Semarang – Inovator filterisasi air)
  15. Satriyani Widyawati Rahayu, M.Pd (Kediri, Jatim – edukasi bidang pancasila)
  16. Yunina Resmi Pranata, M. Pd (Wonosobo, Jateng -Inovator Perisai Pancasila Berbasis Mikrokontroler)
  17. Ai Tin Sumantri (Tasikmalaya, Jabar – Penerima Satya Lencana Pendidikan 2018 dari Presiden RI)

OLAHRAGA

18. Lalu Muhammad Zohri (Mataram, NTB – Atlet lari 100 m)
19. Irene Kharisama Sukandar (Bekasi, Jabar – pecatur)
20. Naila Bovaranti (Jakarta – atlet terjun payung)
21. Exa Raudina Koiroti (DIY – Atlet Sepeda)
22. Tibo Mobabesa (NTT – Atlet tinju)
23. Samantha Edithso (Bandung, Jabar – Atlet Catur)
24. Aries Sysabru Rahayu (Grobokan, Jateng – Atlet Panjat Tebing)
25. Gabriel Edoway (Papua – Pesepakbola)
26. Indra Sjafri (Pesisir Selatan, Sumbar – Pelatih sepakbola)

SENI BUDAYA DAN KREATIF

27. Rafi Abdurrahman Ridwan (Jakarta – Desainer cilik disabilitas)
28. Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen (Jakarta – Sutradara)
29. Yoseog Abffu Noen (DIY- Sutradara)
30. Adi Putra (Jakarta – Sutradara)
31. Iwan Fals (Jakarta – Musisi)
32. Awwalur Rizqie Al-Firori (Alffy Rev) (Mojokerto, Jatim – Youtuber, komposer dan sinemotografer)
33. Diana Erra Kumalasari (Jakarta – Desainer)
34. Michael Theodric (Jakarta – Fotografer cilik)
35. Livi Zheng (Blitar, Jatim – Sineas)
36. Ki Mantep Soedarsono (Sukoharjo, Jateng – Dalang Wayang kulit)
37. Didik Hadiprayitno (Didik Nini Towok) (Temanggung, Jawa Timur – penari)
38. I Wayan Suteja (Bali – Seniman patung)
39. Erros Chandra (DIY – Musisi)
40. Irawati Durban (Bandung, Jabar – Penari)
41. Marzuki Hasan (Aceh – Seniman)
42. Christine Hakim (Jakarta – Sineas)
43. Prof Toeti Heraty (Jakarta – Budayawan)
44. Addie MS (Jakarta – Komposer)
45. Teater KOMA (Jakarta – Klub teater)
46. Butet Kertaradjasa dan Slamet Rahardjo (Jakarta – Komedian Satir)
47. KH Mustofa Bisri (Rembang, Jateng – Budayawan/pemuka agama)
48. Trie Utami (Bandung, Jabar – musisi)

SOCIAL ENTERPRENEUR

49. Komunitas Adat Sunda Cirendeu (Cimahi, Jabar – Komunitas di Jawa Barat yang dikenal dengan ketahanan pangan non-beras)
50. Boedi Soehardi (NTT – Pendiri Yayasan Panti Asuhan Rosalin )
51. Bidan Agnes Barbara (Boven Digul, Papua – Bidan di RSUD Digoel, Papua )
52. Lo Siaw Ging (Solo, Jateng – Dokter Sosiawan )
53. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera (Magelang, Jateng – Pemuka agama Kepala Sangha Theravada Indonesia )
54. Saur Marlina Manurung (Jambi – Pendiri Sokola Rimba)
55. Tri Mumpuni Wiyatno (Jakarta – Tokoh Pengembang Kemandirian Masyarakat Terpencil)
56. Sayurbox (Jakarta – startup)
57. Nadim Makarim (Jakarta – gojek)
58. Puger Mulyono (Solo, Jateng – Yayasan Lentera Surakarta )
59. Dr Budi Laksono MH.Sc (Semarang, Jateng – pembuat gerakan WC bersih di Indonesia untuk mencegah penyakit menular infeksi usus)
60. Valencia Mieke Randa (Makassar, Sulsel – Pendiri Blood For Life)
61. Komunitas Donor Mata Indonesia (Jakarta/Jaringan Nasional)
62. Maksimus Masan Kian, S.Pd (Flores, NTT – Guru pelosok berprestasi/penggerak literasi)
63. Maria Loretha (Adonara, Flotim, NTT – Petani sorgum)
64. Habib Muhammad Lutfi bin Yahya (Pekalongan, Jateng – pemuka agama)
65. Prof Saparahinah Sadli (Jakarta – aktivis perempuan)
66. Sri Rossyati dan Sri Irianingsih (Jakarta – Pejuang Pengentas Kebodohan dan Kemiskinan Kelompok Marjinal)
67. Angkie Yudistia (Jakarta – Tuna rungu, CEO Thisable Enterprise social enterprise khusus untuk penyandang disabilitas)
68. Redi Eko Prasetyo (Malang, Jatim – Jaringan Kampung Nusantara)
69. Bripka Bastian Tuhuteru (Pulau Buru, Maluku – Binmas yang mengajar anak anak Pulau Buru membaca)
70. Lina Cristanty (Surabaya, Jatim – aktivis)
71. Paseban Tri Panca Tunggal (Jakarta – Komunitas Adat)
72. Eri Lestari Andayani (Kediri, Jatim – International Migrants Allianc )
73. Handaka Vijjanada (Temanggung, Jateng – Ejipassiko Foundation)
74. Serka Darwis (Sultra) – TNI yang menyeberangkan anak-anak di sungai agar bisa sekolah.

Leave a Comment