JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Setelah Gojek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia, Indonesia akan memiliki satu startup unicorn baru atau perusahaan rintisan yang bervaluasi lebih dari US$1 milyar.
Kini, PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru), perusahaan rintisan teknologi pendidikan, menyiapkan sejumlah strategi ekspansi untuk menjadi unicorn.
Founder & CEO Ruangguru Belva Devara seperti dikutip Tempo.co menyatakan selama lima tahun terakhir, layanan Ruangguru telah melayani lebih dari 15 juta pelajar dan 300.000 guru di seluruh Indonesia. Aplikasi Ruangguru juga memperoleh rating tertinggi untuk aplikasi belajar di Google Playstore, dengan rating 4,7 dari 5.
“Target menjadi unicorn bisa terjadi tahun ini, atau tahun depan. Saat ini Ruangguru fokus menghadirkan pendidikan melalui guru-guru berkualitas,” ujarnya beberapa waktu lalu seperti dilansir Bisnis.com.
Baca Juga : Jakarta Masuk Sebagai “Penantang” Dalam The Next Top 30 Global Startup
Ruangguru yang berdiri pada tahun 2014 lalu telah mendapatkan pendanaan Seri B yang dipimpin oleh UOB Venture Managament pada 2017 dengan nilai yang tidak disebutkan. Melalui pendanaan Seri B tersebut, UOB Venture Management bergabung dengan Venturra Capital and East Ventures sebagai pendukung modal utama Ruangguru.
Keuntungan Ruang Guru
Menariknya, Ruang Guru berbeda dengan startup lainnya. Ruang Guru mengklaim bahwa perusahaan mereka telah untung.
Ruangguru menyediakan berbagai fitur berbayar terkait pendidikan, seperti belajar berlangganan, marketplace les privat, layanan bimbingan belajar on-demand, hingga tryout ujian online. Hanya, bayaran tersebut tak melulu langsung dari siswa.
Ruangguru banyak bekerja sama dengan sekolah, hingga pemerintah daerah untuk menyediakan paket bimbingan, hingga tryout online. Saat ini, Ruangguru telah menggandeng 32 dari 34 pemerintah provinsi dan lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.
Luncurkan Ruang Kerja
Co-Founder dan Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman menyatakan pada tahun ini Ruangguru akan merilis satu unit bisnis baru di bidang vokasi. Berbeda dengan Ruangguru yang ditujukan untuk siswa, nantinya aplikasi vokasi itu bertujuan menyiapkan tenaga terampil yang siap kerja.
Unit bisnis yang akan diluncukan dalam waktu dekat ini merupakan upaya perusahaan memperluas. Selain itu, juga melengkapi Ruangkerja, unit bisnis Ruangguru yang menyediakan aplikasi dan modul pelatihan online bagi perusahaan.
“Pertumbuhan Ruangkerja yang B2B [business to business] ini sangat signifikan, sejauh ini perkembangnnya cukup bagus,” ujarnya.
Dia menyebut sudah cukup banyak perusahaan maupun instansi yang menggunakan jasa Ruangkerja. Beberapa di antaranya Pertamina, Nestle, Kementerian Perindustrian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan masih banyak lainnya.













