Oleh : Laila Sapariah
Penulis adalah mahasiswi Biologi Prodi Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan
***
Banyak orang memilih minuman soda dibanding minum air putih. Memang tidak bisa dipungkiri saat udara panas kemudian Anda minum soda yang dicampur dengan es akan terasa sangat menyegarkan, sehingga wajar bila Anda suka meminumnya.
Tapi perlu diketahui bahwa soda mengandung air berkarbonasi, pemanis dan penyedap alami atau buatan. Selain mengandung kafein, zat pewarna, pengawet dan bahan-bahan lainnya.
Minuman soda mudah dicari, harga terjangkau dan rasanya yang nikmat membuat banyak orang ketagihan. Teteapi sebelum Anda terbiasa minum soda, ketahui apa saja bahan yang terkandung dalam soda dan merusak tubuh Anda.
Lalu seperti apa kandungan yang terkandung dalam soda?
1. Asam Fosfat
Asam fosfat merupakan unsur dasar dari minuman bersoda. Fungsi utamanya adalah untuk memberikan rasa yang kuat dan mencegah perkembangbiakan jamur dan bakteri di dalam minuman bersoda.
Saat digunakan dalam jumlah yang terbatas, asam fosfat tidak berbahaya bagi tubuh, akan tetapi bila digunakan dalam dosis tinggi, asam fosfat dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan bahkan dapat membuat gigi menjadi lebih rapuh dan mudah berlubang.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa minuman bersoda (cola) diketahui berhubungan dengan rendahnya kadar mineral di dalam tulang wanita lanjut usia karena kandungan kafein dan asam fosfat di dalamnya.
Selain itu, tingginya kadar asam fosfat di dalam minuman bersoda juga dapat mempengaruhi fungsi lambung, yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan dan perut kembung.
2. Sirup jagung tinggi Fruktosa
Sirup jagung fruktosa tinggi adalah bentuk gula terkonsentrasi yang berasal dari jagung. Karena lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada gula alami, sebagian besar produsen soda lebih sering menggunakannya. Selain itu lebih tahan lama.
Asupan soda kaya kalori yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi merupakan penyebab utama obesitas. Obesitas itu sendiri meningkatkan risiko sindrom metabolik, sekelompok kondisi yang mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kolesterol atau trigliserida yang abnormal. Bersama-sama, kondisi kesehatan ini meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, stroke dan diabetes tipe 2.
3. Asam sitrun
Sekarang asam sitrat adalah bahan berbahaya lain, terutama untuk kesehatan mulut Anda. Masalah terbesar dari asam sitrat dapat merusak enamel gigi. Kerusakan lapisan pelindung ini dapat membuat gigi lebih rentan terhadap gigi berlubang, perubahan warna dan akhirnya kerusakan gigi.
4. Bisphenol-A (BPA)
Botol plastik soda mengandung bahan kimia yang disebut bisphenol-A (BPA) yang digunakan untuk mengeraskan plastik, mencegah karat dan menghilangkan bakteri. Bahan kimia ini memiliki efek yang merugikan pada kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah. Bahan kimia ini juga menyebabkan gangguan reproduksi pada laki-laki dan pubertas dini pada wanita.
5. Natrium Benzoat
Natrium benzoat, juga dikenal sebagai E211, digunakan sebagai pengawet dalam minuman ringan selain itu seperti salad dressing, jus buah, selai dan jelly. Natrium benozat dapat menyebabkan kerusakan sel yang serius dan mempercepat penuaan sel. Efek samping lain yang dikenal dari natrium benzoat seperti hiperaktif, pusing dan kesulitan tidur.
6. Warna karamel dan pewarna buatan
Pewarna karamel memberi warna coklat klasik untuk cola. Pewarna karamel dan pewarna buatan lainnya yang digunakan dalam soda dan dapat meningkatkan risiko kanker. Pewarna disebut tartrazine kuning ini biasa ditemukan dalam minuman ringan lemon dan juga meningkatkan risiko kanker. Bahan kimia ini juga telah dikenal dapat meningkatkan serangan asma dan memperburuk gejala asma.
7. Kafein
Kebanyakan soda mengandung kafein, bekerja dengan baik untuk meningkatkan rasa dari gula dan pemanis buatan. Jumlah kafein bervariasi antara merek soda tapi biasanya antara 34 dan 38 miligram per 12-ons. Kafein berlebih telah dikaitkan dengan masalah kesehatan tertentu.
Semua bahan kimia tersebut dapat memperburuk kesehatan Anda. Sehingga cobalah untuk bijak dalam memilih minuman. Agar Anda tetap sehat selalu.














