Breaking

Kementerian Sosial Bentuk Kampung Siaga Bencana Ke 635 di Kota Mataram

Dirjen Pelindungan dan Jaminan Sosial juga meninjau hunian sementara korban gempa yang dibangun BUMN di kota Mataram sekaligus membentuk KSB Kota Mataram (Foto: Kemensos)

MATARAM, ANALISA INDONESIA – Kampung Siaga Bencana merupakan garda terdepan melakukan tanggap darurat bencana, karena terbentuknya Kampung Siaga Bencana di daerah-daerah rawan bencana merupakan hal yang sangat penting.

Kota Mataram merupakan salah satu daerah yang rawan bencana terutama karena daerah ini masuk jalur cincin api yang rawan terjadi gempa bumi.

Berikut beberapa fakta penting seputar Kampung Siaga Bencana Kota Mataram

1. Kampung Siaga Bencana Ke 635

Kampung Siaga Bencana (KSB) Kota Mataram menjadi KSB ke 635 di Indonesia dan menjadi KSB kedua yang dibentuk Kemensos di Kota Mataram. Sebelumnya, Kemensos juga telah membentuk KSB di kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya.

2. Alasan Pendirian KSB Kota Mataram

Diketahui bahwa kota Mataram merupakan salah satu daerah rawan bencana karena masuk jalur cincin api sehingga rawan terjadinya gempa.

Data Pemkot Mataram mencatat akibat gempa bumi beberapa bulan lalu sebanyak 13.000 lebih rumah mengalami kerusakan dan 2.000 rusak berat di kota ini.

“Karena daerah ini merupakan kawasan yang rawan terjadi gempa,” tutur Harry Hikmat dalam siaran pers, Selasa (20/11).

3. Manfaat Pembentukan Kampung Siaga Bencana

Kementerian Sosial terus membentuk Kampung Siaga Bencana karena ditujukan untuk mengurangi dampak bencana sekaligus sebagai bagian dari mitigasi bencana. Pemda, TNI, Polri, BPBD dan seluruh pilar-pilar sosial termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terlibat dalam pendirian KSB.

“Kebersamaan seluruh unsur sangat dibutuhkan dalam mengatasi bencana. Jika terjadi bencana Pendamping PKH dan TAGANA 1 jam harus sudah dilokasi. Saat terjadi bencana ada penerima manfaat PKH ada yang jadi korban bencana. Sehingga mereka juga harus sadar dan paham penanggulangan bencana,” ujar Harry Hikmat dalam sambutannya.

4. Pengukuhan Pembina Taruna Siaga Bencana Nasional

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VIII DPR RI, Rachmat Hidayat, dikukuhkan menjadi pembina Taruna Siaga Bencana Nasional. Pembina TAGANA Nasional bertugas memberikan dukungan penuh kepada kebencanaan termasuk dukungan anggaran penanggulangan bencana di Indonesia.

Rachmat mengaku senang menjadi pembina kehormatan karena membuat jiwanya semakin bersemangat untuk mengatasi bencana. Untuk itu, ia siap mendukung anggaran untuk kebencanaan.

Seperti yang dituturkan Harry Hikmat, lahirnya TAGANA merupakan kesadaran masyarakat dalam membantu korban yang bencana paska tsunami Aceh tahun 2004 lalu.

“Gagasan membentuk TAGANA waktu itu terus bergulir hingga saat ini jumlah TAGANA 37 ribu,” tambahnya.

Leave a Comment