Breaking

Legenda Sungai Kuruk Keramat Datuk Siddik Di Pantai Labu Lubuk Pakam Sumatera Utara

Oleh :  Wisnu Wardana Akbar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan

***

Terletak di Kecamatan Pantai Labu, Lubuk Pakam terdapat sebuah sungai yang dipercaya oleh orang setempat memiliki nilai mistis yang sangat tinggi. Sungai ini dipercaya dapat mewujudkan permintaan seseorang ketika orang tersebut sedang sakit.

Sungai tersebut memiliki sebuah sumur yang dinamakan sumur sumpah datuk, pada sumur inilah banyak orang memberikan nazar mereka atas sesuatu, dan kebanyakan nazar yang diinginkan dikabulkan kecuali nazar untuk kejahatan.

Kami bertanya kepada kakek bernama Syamsul dan nenek bernama Nurmala mengenai sungai tersebut, ketika kami tanya mengenai sungai itu nenek Nurmala menjawab “sungai itu banyak didatangi orang untuk bernazar dan banyak yang dikabulkan”.

Hal sama juga diutarakan oleh seorang kakek yang bernama kakek Syamsul, ia menjawab bahwa “sungai itu selalu banyak orang bernazar ketika sakit dan sampai sekarang masih ada orang yang melakukannya.”

Menurut keduanya, asal sungai tersebut bermula dari dua orang bersaudara abang dan adik. Sang adik terkenal dengan keserakahannya sedangkan sang abang orang dermawan. Sang abang ingin membangun dan membuka hutan tersebut. Di hutan itu terdapat pohon rambung, sang abang berkata bahwasanya siapa pun atau saudara-saudaranya ingin membangun rumah ambillah kayu dari pohon-pohon tersebut.

Namun si adik membantah jika pohon itu tidak digratiskan dan harus dibeli oleh siapapun yang ingin menggunakannya. Si adik menjabat sebagai kepala desa dan merasa sebagai orang yang berkuasa. Namun sang abang marah akan perilaku sang adik, sang abang yang dermawan bermaksud biarlah saudara yang membutuhkan mengambilnya untuk membuat gubuk kecil.

Dari situlah terjadi pertengkaran diantara mereka, si adik yang serakah dan sang abang dermawan. Dan suatu malam sang abang memberitahu kepada seluruh warna untuk tidak keluar pada malam hari itu. Karena sungai tersebut ingin dikeruk. Dan timbul pertanyaan warga, siapa yang mengeruk sungai itu? Dan si abang berkata sudah kalian tidak perlu tahu.

Malam itu semua warga menutup pintu masing-masing.

Namun ada warga yang jahil malam itu mengintip dengan menggunakan obor, dan warga tersebut berkata “sungai yang begitu panjang selesai dalam waktu satu jam dan yang mengerjakannya rakyat sang keramat, keramat tersebut sang abang dari dua bersaudara tadi, bisa dikatakan jin yang mengerjakannya”.

Gambar Sungai Keramat Datuk Siddik

Dalam pertengkaran sang abang dan sang adik tersebut, sang abang pergi dari kampung dan sebelum pergi sang abang mengikat kepala parang dan batu sebagai sumpah dengan melemparkan kepala parang dan batu ke sumur dan berkata “kalau kepala parang dan batu ini timbul barulah jaya kampung sungai kuruk ini”.

Sampai sekarang belum timbul,dan desa tersebut seperti desa mati, kalau kita masuk tidak ada bangunan yang mewah. Setelah itu sang abang pergi dan menghilang. Suatu saat dia datang dengan megggunakan kendaraannya yaitu harimau bahkan selalu mengelilingi desa tersebut tanpa warga tau dan hanya orang tertentu yang mengetahuinya. Sang Datuk datang untuk melihat perkembangan desa tersebut.

Ada warga yang mengatakan bahwa mau ditutup bagaimana pun sungai tersebut tetap saja tidak bisa ditutup. Dan bukan sungai buatan seperti manusia biasa yang membuatnya. Dan ada nenek yang mengatakan bahwa pertama kali pindah kedesa ini, melihat harimau mengelilingi rumah-rumah dan ayah dari nenek mengatakan “jangan takut, karena harimau ini mau mengawasi kita”.

Di tempat sang keramat datuk siddik mempunyai tempat seperti sumur dan pohon kelapa bercabang dua, jika orang ingin meminta pertolongan seperti orang sakit maka dapat sembuh jika memintanya ditempat itu, seperti jiarah meletakkan kain putih dan sebagainya dan sampai sekarang hal seperti itu masih berlaku. Setiap bernazar ditempat itu semua doa terkabul kecuali permintaan yang aneh-aneh seperti hal yang bersifat kejahatan.

Gambar sumur atas sumpah Datuk Siddik

Sampai sekarang tidak ada yang tau dimana kuburan sang Datuk Siddik dikarenakan ia seorang keramat maka kuburannya tak pernah terlihat dan tidak diketahui dimana berada. Datuk siddik ini mengikuti orang yang berkeramat dengannya seperti saudara maupun cucu-cucunya. Sampai sekarang desa tersebut masih menjadi desa yang ditakuti karena banyak hal-hal mistik didesa tersebut. Dari itulah nama sungai Kuruk Keramat Datuk Siddik terbentuk.

Leave a Comment