Oleh : Dwi Sukaryanti
Penulis adalah Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNIMED
***
Indonesia memiliki berbagai macam suku termasuk salah satunya yaitu suku Nias. Pada dasarnya, Suku Nias merupakan kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Tetapi saat ini suku Nias sudah banyak menyebar ke berbagai daerah.
Tidak sedikit masyarakat suku Nias yang tinggal dan bahkan menetap di kota atau daerah yang bukan Nias. Meskipun mereka tinggal di kota atau daerah lain, tetapi mereka tidak meninggalkan adat istiadatnya, karena suku Nias merupakan masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Bahkan dari mulai kelahiran sampai kematian memiliki hukum adat. Maka dari itu meskipun suku Nias tinggal di tempat atau daerah lain, ia masih tetap menjunjung tinggi adat atau tradisinya.
Tulisan ini akan membahas salah satu adat istiadat suku Nias yaitu pada penikahan. Pada perkawinan atau pernikahan suku Nias, ada beberapa langkah dan urutan yang harus dilakukan dalam upacara adat pernikahan oleh suku Nias.
Dipulau Nias sebelum menjelang acara pesta perkawinan maka dilaksanakan adat yang dinamakan “FAMOTU ONO NIHALO” yang dapat diterjemahkan “pemberian nasehat berupa pesan kepada mempelai perempuan” tujuan acara ini ialah membekali mempelai perempuan untuk bisa menjadi istri dan menantu yang baik. Nasehat berupa pesan dituangkan dalam bentuk syair, syair ini berupa sastra lama dalam bahasa daerah Nias yang mengandung hikmat yang sangat dalam dan bentuk sastra yang sangat tinggi.
Pada acara famotu ono nihalo moment sangat berharga dan penting ini dilakukan agar seseorang gadis bisa siap menjadi seorang istri dan menantu, hutang keluargapun bisa dikatakan lunas karna fotu ini berupa nasehat kepada pengenten bahwa keluarga telah mengatakan hal yang baik kepadanya dan itu disaksikan juga oleh penganten laki-laki dan perempuan dari pihak laki-laki. Selanjutnya diacara fame’e ini menandakan bahwa perpisahan begitu menyakitkan, beda halnya jika sudah menjadi seorang istri.
Selanjutnya setelah selesai pemberian nasehat, maka diteruskan dengan acara mempelai perempuan dibuat menangis, maksud dan tujuan acara ini, ialah untuk menghayati lebih dalam pesan-pesan ibu yang dituakan tersebut.
Dalam rangkaian pesta kawin di pulau Nias ada satu acara yang disebut “ Fanika era’era mbowo” dari segi ilmu bahasa maka istilah ini adalah sebaagai berikut, “Fanika” kata dasarnnya ialah “tika” artinya robek (k.kerja) “fanika” artinya hal merobek “era-era” artinya pikiran atau pendapat.” Bowo=mbowo” artinya budi atau jujuran.
Jadi terjemahannya ialah “ penyingkapan inti budi” atau “penyingkapan inti kewajiban” acara ini dilaksanakan pada saat berakhirnya pesta perkawinan bila sempat atau beberapa hari setelah pesta perkawinan dan tetap dilaksanakan dirumah mempelai perempuan.
Dalam acara tersebut ada pesan-pesan moral yang disampaikan oleh keluarga mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki. Yang menyampaikan pesan-pesan ini ialah bapak-bapak yang dituakan. Pesan-pesan ini diungkapkan dalam bentuk syair.
Pada acara fanika era’era mbowo pada acara ini sangat sakral dimana hanya orangtua yang mengerti bagaimana adat istiadat dinias, silsilah keluaraga dan mempunyai hubungan kerabat dengan kedua belah pihak lalu sudah diambil kesepakatan sebelumnya yang melakukan acara adat ini adalah laki-laki yang sudah tua, tidak bisa sembarangan orang melakukan adat ini, jika persetujuan belum ada maka sesuatu akan terjadi kepada orang tersebut karena para leluhur marah.
Jadi dalam melaksanakan adat istiadat dalam pernikahan suku Nias tidak bisa sembarangan, harus di lakukan dengan orang yang sudah ahli, atau orang yang benar-benar memahami cara pelaksanaan adat tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika melakukannya dengan sembarangan.















Ulasan yang menarik, walaupun tahapan pernikahan adat Nias bukan cuma itu saja, masih ada lagi seperti famaigi niha, fame’e laeduru, Folohe bawi bowo, dll. Fanika era-era mbowo termasuk bagian dalam tahapan fangowalu (hari pelaksanaan pesta pernikahan).
ka mau tanya, boleh ?
jika laki2 nias menikah dengan perempuan luar nias bisa ?
apalagi dia dengan saya beda agama.
Ulasan yang sangat menarik, akan tetapi menurut saya disini akan lebih baik jika penulis mau menambahkan proses perkawinan adat suku nias jaman dulu. Yang dimana berdasarkan pengetahuan yang saya dapat dalam hal meminang seorang wanita suku nias harus bisa melompati batu yang tingginya berukuran 2 meter.
Ulasan yang menarik, Paling tidak saya tau sedikit demi sedikit proses pernikahan karena saya di perantauan.
kak, mau bertanya apa si ikatan adat dalam pernikahan suku Nias?