JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Setiap tanggal 29 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Harimau Sedunia untuk meningkatkan kepedulian terhadap usaha konservasi harimau.
Hari Harimau Sedunia pertama kali digagas di Saint Petersburg Tigger Summit pada tahun 2010. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk mempromosikan sistem global untuk melindungi habitat alami harimau dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu konservasi harimau.
Hari Harimau Sedunia di Indonesia 2019
Di Indonesia, Peringatan Hari Harimau salah satunya diperingati oleh Pusat konservasi harimau Indonesia, Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC).
Senior Researcher TWNC Ardi Bayu Firmansyah mengatakan, latar belakang digelarnya kegiatan ini berawal dari semangat mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga habitat Harimau Sumatra. Menurut dia, dari pekan ke pekan populasi harimau di Indonesia semakin menurun.
Bayu menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun TWNC sejak Januari – Juli 2019, ditemukan 10 kasus Harimau Sumatra. Ini meliputi kasus harimau memangsa ternak, berkeliaran di pemukiman, melukai penduduk, harimau tewas dijerat pemburu, dan sebagainya. Dia menyatakan, TWNC yang berlokasi di Tambling, Lampung ini mendorong kampanye perlindungan Harimau Sumatera yang efektif dengan gaya generasi milenial.
Ketua Umum Artha Graha Peduli (AGP) Heka Hertanto mengungkapkan jika Harimau merupakan bagian penting dari ekosistem di alam Indonesia. Sebagai pemuncak rantai makanan, eksistensi harimau amatlah penting.
“Kami organisasi konservasi pertama yang mampu melakukan translokasi lima harimau sekaligus dari Aceh ke Lampung tahun 2008 silam. Harimau-harimau ini dulunya berkonflik dengan manusia, lalu kami bawa ke pusat konservasi, dari situlah kami fokus menjaga harimau,” ungkapnya seperti dilansir Republika














