Breaking

Balapan Formula E Sejalan Dengan Pesan Pengurangan Emisi Karbon

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Balap Formula E yang akan dihelat di Jakarta, rupanya punya arti penting bagi lingkungan dibanding sekadar balapan adu kecepatan. Formula E pada dasarnya adalah sebuah ajang kampanye untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik melalui olahraga.  Dijadwalkan, ajang balapan Formula E Jakarta akan berlangsung pada 4 Juni 2022.

Dalam berbagai pemaparannya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa ajang Formula E juga merupakan momentum melakukan kampanye penggunaan mobil yang ramah lingkungan. Pasalnya, balapan ini menggunakan mobil listrik yang bebas emisi karbon.

Seperti diketahui, Indonesia juga menjadi presidensi G20 yang menyuarakan pengurangan emisi karbon dan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target net zero.  Seperti diketahui, Indonesia juga aktif pada penyelenggaraan COP26 lalu. Di ajang ini, Kejuaraan Dunia Formula E ABB FIA adalah salah satu olahraga elit paling aktif untuk berpartisipasi dalam konferensi global.

ABB FIA Formula E World Championship telah mengumumkan Laporan Keberlanjutan  terbaru mereka untuk musim ke-7. Salah satunya keberhasilan Mobil balap Gen3 baru diresmikan oleh Formula E dan FIA. Saat memasuki kompetisi di Musim 9, Gen3 akan menjadi mobil balap paling efisien di dunia dengan 40% energi dalam balapan yang berasal dari regenerasi, dan akan disertifikasi nol karbon.

Formula E menjadi olahraga pertama di dunia yang bergabung dengan inisiatif Science Based Targets (SBTi) dan Komitmen Ambisi Bisnis untuk komitmen 1,5°C. Formula E selanjutnya akan mengurangi emisinya sebesar 45% pada tahun 2030.

Laporan tersebut juga mengungkapkan jika Formula E berhasil meraih sertifikasi ulang ISO 20121 pada bulan Agustus dan menjadi satu-satunya seri motorsport yang mendapatkan ISO 20121. Seperti diketahui ISO 20121 adalah standar internasional untuk manajemen acara yang berwawasan lingkungan.

Formula E juga merupakan organisasi olahraga global pertama yang bermitra dengan UNICEF terkait perubahan iklim. Kemitraan ini akan memberdayakan tiga juta anak di seluruh dunia untuk menjadi agen perubahan melawan krisis iklim selama tiga tahun ke depan.

Bukan Hanya Pada Kendaraan

Aksi kampanye mengurangi dampak rumah kaca tidak hanya dilakukan panitia Formula E pada kendaraan yang berlomba. Lewat laman fiaformulae.com mereka menjelaskan bahwa mereka terus memonitor dampak lingkungan dari ajang balapan mereka seperti transportasi antar lokasi balapan, perjalanan staf ke lokasi balapan hingga makanan dan minuman yang disajikan.

Untuk itu, beberapa lokasi balap yang memungkinkan, mereka mengoptimalkan pengiriman logistik menggunakan kapal dan kereta api dibanding penggunaan angkuan udara.

“Untuk mengurangi jejak karbon kami dengan menyajikan makanan rendah karbon, khususnya, lebih banyak pilihan vegetarian atau ayam,” tulis keterangan di laman FIA Formula E.

Leave a Comment