Oleh: Palaguna Siahaan
Penulis adalah mahasiswa Bilingual Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan
***
Memiliki rumah yang bersih, indah dan wangi tentu merupakan impian bagi semua orang. Kondisi rumah yang seperti itu membuat orang semakin nyaman sehingga meningkatkan mood orang yang berada di dalamnya. Untuk itu banyak orang yang menggunakan pengharum ruangan untuk menghilangkan bau tak sedap. Namun, tahukah Anda bahwa pengharum ruangan memiliki dampak buruk bagi kesehatan?
Dahulu penggunaan pengharum hanya digunakan untuk keperluan upacara keagamaan, pernikahan, atau bahkan kematian di mana disetiap momen memiliki ciri khas aroma tersendiri. Namun, seiring berkembangnya zaman penggunaan pengharum atau pewangi ini mengalami perubahan dan dijadikan aroma untuk berbagai produk yang beredar di pasar mulai dari produk kebutuhan wanita, produk kebutuhan rumah tangga hingga dijadikan sebagai pengharum ruangan.
Saat ini, pengharum ruangan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari keberadaannya yang semakin mudah ditemukan, baik di kantor, mal, supermarket bahkan di rumah sudah banyak yang menggunakannya. Aneka ragam aroma wewangian yang ditawarkan membuat pembeli tergiur mencobanya.
Dampak Negatif Pengharum Ruangan
Meski menyegarkan ruangan, ternyata menghirupnya dalam jangka panjang dapat membuat kerusakan pada sistem dalam tubuh.
Melansir dari Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam Amerika Serikat (NRDC US), banyak pengharum udara mengandung bahan kimia perusak saraf yang melapisi saluran hidung dan memblokir indra penciuman untuk sementara. Hal itu dikarenakan pengharum udara mengeluarkan lebih dari 100 bahan kimia yang berbeda, termasuk senyawa organik yang mudah menguap (terpene seperti limonene, alpha-pinene, dan beta-pinene; terpenoid seperti linalool dan alpha-terpineol; ethanol, formaldehyde, benzene, toluene, and xylene) dan semi- senyawa organik yang mudah menguap (seperti ftalat).
Emisi pengharum ruangan juga dapat bereaksi dengan oksidan dalam ruangan, seperti ozon (O3), radikal hidroksil (OH), dan radikal nitrat (NO3), untuk menghasilkan berbagai produk. Misalnya, emisi primer seperti terpene dapat dengan mudah bereaksi dengan ozon untuk menghasilkan polutan sekunder seperti formaldehida dan asetaldehida, glikol eter, radikal bebas (seperti radikal hidroperoksi dan alkil peroksi), dan partikel ultrafine. Faktor-faktor yang mempengaruhi emisi polutan sekunder meliputi komposisi bahan, konsentrasi bahan, kimia reaktif, dan penggunaan produk.
Dampak yang ditumbulkan akibat penggunaan pengharum ruangan beraneka ragam mulai dari sakit kepala migrain, serangan asma, kesulitan bernapas, gejala mukosa, dermatitis, diare dan sakit telinga pada bayi, masalah neurologis, dan fibrilasi ventrikel.
Lebih lanjut, bahaya pengharum ruangan semprot lebih tinggi bagi kesehatan manusia karena di dalamnya terdapat zat kimia aktif yaitu phthalates yang mana dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Dan juga kandungan kimia ini dapat menyebabkan asma.
Dalam sebuah penelitian, menyatakan bahaya lain penggunaan pengharum ruangan karena sifatnya yang karsinogenik, atau memiliki potensi menyebabkan kanker. Zat kimia yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker ini bernama formaldehyde. Kandungannya dapat ditemukan pada pengharum ruangan berbentuk gel. Banyak pengharum ruangan juga berisi phthalates yang dapat menyebabkan cacat lahir, masalah hormon, serta masalah seksual. Anak-anak dan juga wanita hamil biasanya diperingatkan untuk berada jauh-jauh dari phthalates.
Solusi Mengatasi Ruangan tanpa Pengharum Ruangan Kimiawi
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan pengharum ruangan berbahan kimia berbahaya, yaitu:
- Memastikan keadaan rumah selalu bersih
- Keadaan ventilasi berfungsi dengan baik
- Tidak merokok dalam rumah
- Membuang sampah setiap hari
Cara alami lainnya untuk menghilangkan bau tidak sedap adalah dengan membungkus cengkeh dan kayu manis dengan kain katun tipis dan merebusnya dalam air. Yang lainnya adalah meninggalkan karangan bunga herbal berdiri di piring terbuka di mana aromanya dapat menghilang ke seluruh ruangan. Dan jangan meremehkan kekuatan pembersihan udara dari tanaman hias, yang dapat meningkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan menyaring racun dari udara.















Sangat bermanfaat?